Mungkin kita
terlalu memperbaiki keadaan.. ya kita (.)
Aku, kamu, kita
tahu hubungan ini tidak mempunyai masa depan.
Namun kita selalu
saja, selalu percaya dan meyakinkan dirri dengan penuh keberani an dalam merajut mimpi untuk kehidupan yang akan datang. kepercayaan itu yang selalu menjadi penguat yang entah arah
datangnya dari mana. Penguat yang membuat semuanya nampak baik baik saja.
Meskipun ya selalu saja ada kekhawatiran bernama esok. Ya memang begitulah. Itu tak kan terelakkan.
Hati ini
terlanjur teraput denganmu. Dalam. Sudah sangat teramat dalam. aku cuman mau kamu. ya kamu! tapi bagaimana dengan(mu). ingin sekali aku melihat kedalaman usahamu memperjuangkan masa depan kita jika benar adanya kau ingin aku, ingin hidup bersama (ku).
sekarang entah mana... yang
lebih sakit…
Rela dengan
keberanian hatiku untuk mengakiri semuanya, melepasmu pergi atau .. tetap bertahan dengan keadaan yang terkadang kehadiran kata “kita” pun menjadi
samar.
kesemuanya inilah yang pada
akhirnya jawab dari atas pertanyaanku pun tak menemui tepi. Memicu kalimat ini hadir
kambali lagi dan terus.., “ada masa dimana anatara keyakinan dan apa yang aku
kerjakan tak sejalan”
hemm baiklah ku nikmati saja dentum waktu berlari. mensukuri dengan adanya kebersamaan kita. anyhow aku harus siap dengan segala risk yang lajur harus ku hadapi.
hemm baiklah ku nikmati saja dentum waktu berlari. mensukuri dengan adanya kebersamaan kita. anyhow aku harus siap dengan segala risk yang lajur harus ku hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar